PAMNEWS.ID, KUALASIMPANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi menutup tugas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Aktivasi dan Pelayanan Publik Gelombang 1 di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa 3 Februari 2026
Sebanyak 1.132 Praja IPDN yang tergabung dalam satgas tersebut telah berhasil membersihkan area perkantoran dan lingkungan dari sisa material kayu serta lumpur akibat banjir.

Meski perkantoran sudah mulai beroperasi kembali, Mendagri menegaskan bahwa proses pemulihan belum mencapai angka 100 persen. Oleh karena itu, langkah lanjutan segera diambil.
Guna memastikan aktivitas masyarakat kembali normal, Mendagri akan mengirimkan 750 Praja IPDN Gelombang II.
Berbeda dengan gelombang pertama yang fokus pada area pemerintahan, personel tambahan ini akan dikerahkan untuk: Pembersihan fasilitas umum (pasar, sekolah, dan tempat ibadah). Penanganan sisa material lumpur yang masih menyumbat akses publik. Pemulihan lingkungan pemukiman warga secara menyeluruh.
Dukungan Anggaran Rp72 Miliar
Selain bantuan tenaga personil, Mendagri berkomitmen mengawal sisi finansial pemulihan daerah. Ia menyatakan akan mendorong Kementerian Keuangan untuk segera mencairkan dana Transfer Ke Daerah (TKD) senilai Rp72 Miliar bagi Kabupaten Aceh Tamiang.
“Dana ini diharapkan menjadi motor penggerak pemulihan pasca-bencana. Agar penggunaannya tepat sasaran dan akuntabel, saya akan menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai panduan bagi kepala daerah dalam membelanjakan dana tersebut,” ujar Tito.
Tinjau Hunian Sementara (Huntara)
Dalam kunjungan kerjanya, Mendagri juga menyempatkan diri meninjau langsung kondisi para korban banjir di Hunian Sementara (Huntara). Selain berdialog untuk menyerap aspirasi warga, Tito menyerahkan bantuan logistik secara simbolis guna meringankan beban para pengungsi selama masa transisi pemulihan.[]


