PAMNEWS.ID, BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh menghadiri kegiatan Technology Insight Session bertema “Meraih Keunggulan Kompetitif dengan Perangkat TKDN” yang berlangsung di Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Dr. Chaidir, S.E., M.M., serta diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait pemanfaatan e-katalog dan penguatan sistem e-Purchasing.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan industri, yakni Senior Business Development Manager Acer Indonesia, Donny Brema, yang memaparkan berbagai strategi pemanfaatan teknologi berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna mendukung efisiensi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Acara ini juga dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Aceh, Ir. T. Roby Irza, S.ST., M.T., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Aceh.
Dalam sambutannya, T. Roby Irza menekankan pentingnya transformasi digital dalam sistem pengadaan pemerintah melalui optimalisasi e-katalog dan e-Purchasing. Ia menyebutkan, penggunaan produk dengan kandungan TKDN tinggi tidak hanya mendorong efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap industri dalam negeri.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Dr. Chaidir, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah, khususnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), agar semakin profesional dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap para PPK dan seluruh pihak terkait dapat lebih memahami mekanisme e-katalog serta memaksimalkan penggunaan e-Purchasing, sehingga proses pengadaan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien,” ujar Chaidir.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan pemanfaatan produk dalam negeri melalui skema TKDN merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta terkait tantangan dan peluang dalam implementasi sistem pengadaan berbasis digital. Dengan adanya forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang modern dan berkelanjutan.
Dinas Sosial Aceh sendiri berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan sistem pengadaan yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah dan nasional.[]
