PAMNEWS.ID, ACEH TIMUR – Suasana haru menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di wilayah pedalaman Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Darul Aman, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan jajaran Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA) bersama masyarakat dari sejumlah desa yang selama ini tergolong terisolir.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Posko Tanggap Bencana Faisal Rizal Hasan Peduli dan dihadiri sekitar 700 warga. Jumlah ini jauh melampaui target awal panitia.
“Jumlah yang hadir di luar target. Awalnya kita menargetkan sekitar 350-400 orang, ternyata yang hadir 700 lebih,” kata Staf Khusus Gubernur Aceh yang juga Ketua Posko Tanggap Bencana, Faisal Rizal Hasan.
Warga yang hadir berasal dari beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Rantau Selamat meliputi Gampong Rantau Panjang dan Rantau Bedari.
Juga ada dari Kecamatan Serba Jadi meliputi Gampong Sijudo dan Alue Ie Mirah, serta Kecamatan Peunaron meliputi Gampong Sahraja.
Selain masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur, di antaranya perwakilan Bupati Aceh Timur, perwakilan Ketua DPW Partai Aceh, eks Tripoli (Libya).
Sejumlah Panglima Sagoe, Panglima Daerah Istimewa Lokop beserta jajaran, JASA Aceh Timur, perwakilan JASA Wilayah Pase, serta Ketua dan jajaran KONI Aceh Timur juga hadir.

SAMBUT KEDATANGAN WARGA – Staf Khusus Gubernur, Faisal Rizal Hasan, menyambut kedatangan warga saat kegiatan buka puasa bersama jajaran KPA/PA di wilayah pedalaman Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Acara tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari sejumlah desa terisolir.
Momentum buka puasa bersama ini disambut penuh haru oleh masyarakat setempat. Kehadiran rombongan dan perhatian yang diberikan membuat warga merasa tersentuh.
Atas Nama Gubernur Mualem
Faisal menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan atas nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat terdampak bencana di Aceh Timur.
“Buka puasa bersama ini kita lakukan atas nama Mualem selaku pimpinan Pemerintahan Aceh, sehingga pimpinan pemerintah tetap dekat dengan masyarakat terdampak di Aceh Timur,”
“Selain itu juga untuk mempererat silaturahmi jajaran KPA/PA dengan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat hubungan antara pemerintah, unsur KPA/PA, dan masyarakat di wilayah pedalaman yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan perhatian.(*)
