PAMNEWS.ID, IDI, ACEH TIMUR – Lima bulan pascabanjir bandang, sebagian warga di Kecamatan Rantau Panjang Beudari, Aceh Timur, masih bertahan di tenda darurat.
Pembangunan hunian sementara (huntara) yang belum merata mendorong Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, turun langsung ke lapangan bersama puluhan relawan internasional.
Faisal menggandeng relawan asal Tiongkok dan Malaysia di bawah naungan Yayasan Pelangi untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir di wilayah terdampak.
Rombongan harus menempuh jalur ekstrem menggunakan kendaraan offroad 4×4 guna mencapai lokasi yang hingga kini masih sulit diakses.

“Kami tiba dengan selamat di lokasi dan langsung membagikan bantuan kepada masyarakat,” ujar Faisal, Rabu (22/4/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Rantau Panjang Beudari.
Di balik misi kemanusiaan tersebut, Faisal menyoroti kondisi yang dinilainya masih memprihatinkan.
Hingga memasuki bulan kelima pascabencana, pembangunan huntara belum merata, sehingga banyak warga terpaksa tetap tinggal di tenda darurat tanpa kepastian kapan dapat menempati hunian yang layak.
Selain itu, Faisal juga mengecam PT 66, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, karena dinilai tidak berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur maupun pemulihan pascabencana di sekitar area operasionalnya.
“Sejak awal saya sudah memberikan ultimatum. Seharusnya mereka turut memperbaiki jalan, karena mereka menggunakan dan melintasi jalan milik masyarakat,” tegasnya.
Kondisi pedalaman Aceh Timur hingga kini belum pulih sepenuhnya.
Selain pembangunan huntara yang belum tuntas, akses infrastruktur yang terbatas membuat masyarakat korban bencana masih harus bertahan di tenda darurat sambil menunggu kepastian hunian.
#sumber : relawanfaisalrizalhasan
