PAMNEWS.ID, BANDA ACEH – Setelah hampir tiga bulan berada di pedalaman wilayah terdampak bencana di Aceh, sejumlah relawan menilai proses penanganan dan pemulihan masih perlu dipercepat.
Sejumlah kendala di lapangan, terutama akses jalan yang belum sepenuhnya pulih, membuat sebagian warga masih berada dalam kondisi terisolasi.
Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, mengatakan tim yang selama ini berposko di wilayah pedalaman melihat langsung kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan di sejumlah titik masih terbatas, sehingga distribusi bantuan dan mobilitas warga belum sepenuhnya lancar.
“Kami yang hampir tiga bulan berposko di pedalaman Aceh melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, kami berharap penanganan dan pemulihan bisa dipercepat,” kata Faisal, Rabu (4/3/2026).
Faisal yang juga eks kombatan GAM wilayah Peureulak menilai koordinasi penanganan bencana akan lebih efektif apabila pemerintah daerah diberi ruang yang lebih besar untuk memimpin proses pemulihan di lapangan.
Menurutnya, Pemerintah Aceh memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Di Aceh ada gubernur dan wakil gubernur yang tentu sangat memahami kondisi daerah,”
“Kami berharap Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan agar penanganan di lapangan dapat lebih dioptimalkan bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Evaluasi Mekanisme Kerja
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme kerja Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana di Aceh agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Faisal menambahkan, masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih berharap akses transportasi segera terbuka sepenuhnya sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.
Menurutnya, percepatan pemulihan sangat penting agar warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi darurat.(*)

